Flensa baja tahan karat merupakan komponen penting dalam sistem perpipaan yang menghubungkan pipa, katup, pompa, dan peralatan lainnya sehingga membentuk suatu sistem yang aman dan anti bocor. Mereka menawarkan ketahanan korosi, kekuatan mekanik, dan daya tahan yang unggul dibandingkan dengan baja karbon atau flensa paduan, menjadikannya ideal untuk lingkungan dan industri yang keras seperti minyak & gas, pemrosesan kimia, dan makanan & minuman.
Flensa tidak hanya memberikan dukungan struktural tetapi juga memudahkan perakitan, pemeliharaan, dan inspeksi sistem perpipaan. Memahami berbagai jenis flensa baja tahan karat, standarnya, dan aplikasinya sangat penting bagi para insinyur, perancang, dan spesialis pengadaan.
Bahan dan Nilai Flensa Stainless Steel
Flensa baja tahan karat dibuat dari berbagai tingkatan baja tahan karat, masing-masing menawarkan sifat unik untuk aplikasi spesifik. Nilai yang paling umum meliputi:
- Baja Tahan Karat 304: Ketahanan korosi dan keserbagunaan yang sangat baik, cocok untuk aplikasi tujuan umum.
- Baja Tahan Karat 304L: Versi 304 rendah karbon, meminimalkan pengendapan karbida selama pengelasan.
- Baja Tahan Karat 316: Ketahanan korosi yang unggul, terutama terhadap klorida, ideal untuk lingkungan kimia dan kelautan.
- Baja Tahan Karat 316L: Varian rendah karbon 316 untuk meningkatkan kemampuan las dan mengurangi risiko korosi antar butir.
- Nilai khusus lainnya: baja tahan karat 321, 347, dan dupleks untuk aplikasi suhu tinggi atau sangat korosif.
Jenis Umum Flensa Stainless Steel
Flensa baja tahan karat tersedia dalam berbagai jenis, masing-masing dirancang untuk metode sambungan dan aplikasi tertentu. Pilihan flensa tergantung pada kondisi pengoperasian, kelas tekanan, dan ukuran pipa.
Flensa Leher Las
Flensa leher las memiliki hub meruncing panjang yang secara bertahap mentransisikan ketebalan flensa ke dinding pipa. Desain ini mengurangi konsentrasi tegangan dan ideal untuk aplikasi bertekanan tinggi dan suhu tinggi. Mereka biasanya dilas ke pipa untuk mendapatkan sambungan yang kuat dan anti bocor.
Flensa Slip-On
Flensa slip-on meluncur di atas pipa dan dilas dengan fillet di bagian dalam dan luar. Mereka mudah untuk disejajarkan dan dipasang tetapi umumnya digunakan untuk sistem bertekanan rendah dibandingkan dengan flensa leher las.
Flensa Las Soket
Flensa las soket dirancang dengan soket tempat pipa dimasukkan dan kemudian dilas fillet di sekitar sambungan. Mereka digunakan untuk sistem perpipaan berdiameter kecil dan bertekanan tinggi serta memberikan ketahanan bocor dan kekuatan mekanis yang sangat baik.
Flensa Buta
Flensa buta adalah cakram padat yang digunakan untuk menutup ujung sistem perpipaan atau bejana. Mereka memungkinkan akses mudah untuk inspeksi, pemeliharaan, atau perluasan di masa depan. Meskipun tidak memiliki bukaan pipa, mereka memiliki tekanan dan suhu tinggi.
Flensa Berulir
Flensa berulir memiliki ulir internal yang cocok dengan ulir eksternal pada pipa. Mereka menghilangkan kebutuhan akan pengelasan, menjadikannya ideal untuk sistem di mana pengelasan tidak praktis atau tidak diinginkan, seperti lingkungan yang mudah terbakar atau meledak.
Flensa Sambungan Putaran
Flensa sambungan pangkuan digunakan dengan alat kelengkapan ujung rintisan dan tidak dilas ke pipa. Mereka ideal untuk sistem yang memerlukan pembongkaran sering untuk pemeriksaan atau pemeliharaan. Flensa itu sendiri tidak bersentuhan dengan cairan proses, sehingga mengurangi masalah korosi.
Jenis Menghadapi Flange
Bagian depan flensa baja tahan karat menentukan cara penyegelannya terhadap paking dan memengaruhi kinerja anti bocor. Jenis muka flensa yang umum meliputi:
- Wajah Terangkat (RF): Paling umum; memusatkan tekanan pada paking untuk penyegelan yang rapat.
- Wajah Datar (FF): Seluruh wajah datar; digunakan di mana flensa dibaut ke peralatan dengan permukaan datar.
- Sambungan Tipe Cincin (RTJ): Memiliki alur mesin untuk paking cincin logam; digunakan dalam aplikasi bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi.
Standar dan Spesifikasi
Flensa baja tahan karat diproduksi sesuai dengan berbagai standar nasional dan internasional untuk memastikan pertukaran, keamanan, dan keandalan. Standar umum meliputi:
- ASME/ANSI B16.5: Mencakup kelas tekanan 150–2500 dan ukuran dari ½ inci hingga 24 inci.
- ASME/ANSI B16.47: Untuk flensa berdiameter besar dari 26 inci hingga 60 inci.
- EN 1092-1: Standar Eropa untuk flensa dan permukaan penyegelannya.
- ISO 7005: Standar internasional untuk flensa melingkar yang terbuat dari bahan logam.
Aplikasi Flensa Stainless Steel
Flensa baja tahan karat digunakan di berbagai industri karena ketahanan terhadap korosi, kekuatan, dan keserbagunaannya. Beberapa aplikasi utama meliputi:
- Sistem perpipaan kimia dan petrokimia
- Jalur pengolahan makanan dan minuman
- Aplikasi kelautan dan lepas pantai terkena air laut
- Sistem perpipaan farmasi dan higienis
- Pembangkit listrik, termasuk jaringan pipa uap dan air
Cara Memilih Flange Stainless Steel yang Tepat
Pemilihan flensa yang sesuai memerlukan evaluasi beberapa faktor, antara lain:
- Kelas tekanan dan peringkat suhu
- Kelas material berdasarkan ketahanan korosi dan persyaratan mekanis
- Tipe flensa dan permukaannya kompatibel dengan desain sistem perpipaan
- Standar industri dan persyaratan sertifikasi
Perawatan dan Pemeriksaan Flensa Stainless Steel
Inspeksi dan pemeliharaan rutin flensa baja tahan karat memastikan integritas sistem perpipaan dalam jangka panjang. Pertimbangan utama mencakup pemantauan korosi, tegangan baut, kondisi paking, dan keausan permukaan. Pembersihan yang tepat dan pemeliharaan preventif memperpanjang masa pakai dan mencegah kebocoran atau kegagalan pada sistem penting.


中文简体